HOT TOPICS:
#Nasional





Momentum Atau Ejakulasi Dini Politisi Pilwako

Jumat, 24 Februari 2017 | 17:45:49 WIB


(oleh :Wawan Novianto)

 "Sudah, sandingkan saja Fasha dan Laza di Pilwako. Lima tahun lagi,  Sandingkan Zola dengan Fasha di Pilgub".

Demikian reka-reka politik jelang Pilwako Jambi 2018. Memang dua nama diatas, yakni Fasha dan Laza, kini memiliki kans besar untuk maju dan bertarung di Pilwako.

Fasha yang petahana, sementara Laza adik kandung Gubernur Zumi Zola. Tentu keduanya punya dukungan masing-masing. Tidak itu saja, dukungan finansial dan partai politik juga mereka miliki saat ini. Fasha yang kader Golkar dan Laza yang ketua DPD PAN Kota Jambi.

Kembali pada reka-reka politik di paragraf awal. Benarkah keduanya mau mengikuti reka-reka tersebut?

Yang akan menjadi pertimbangan pertama adalah momentum. Tidak setiap saat momentum itu datang.

Dalam pristiwa politik di Indonesia, Sukarno telah berhasil mengambil momentum dengan memproklamirkan Indonesia saat bom atom Hirosima Nagasaki.

Saat kejenuhan masyarakat Indonesia pada kepemimpinan birokratik, Jokowi berhasil mengambil momentum dan menang di Pilpres.

Zumi Zola, meraih momentumnya saat berada dipuncak ketenaran. Sebagai Bupati dan artis, ia memanfaatkan momentum itu untuk melawan petahana Hasan Basri Agus di Pilgub Jambi. Hasilnya, Zola menang telak.

Momentum yang mendasari kenapa Zola enggan maju sebagai Wakil HBA saat itu. Padahal, jika Zola jadi wakil HBA, tentu Pilgub hanya seremonial saja. Dipastikan pasangan ini menang tanpa lawan berat.

Kini, Fasha dan Laza juga punya momentum. Sebagai petahana, yang banyak dibicarakan orang punya prestasi, Fasha berpeluang menang di Pilwako dan bisa pula maju Pilgub empat tahun mendatang. Apalagi jika ia sukses membangun Kota Jambi, tidak mustahil akan mampu mengalahkan Zumi Zola di Pilgub empat tahun mendatang.

Begitu juga Laza, momentum sebagai adik kandung Gubernur, bisa saja muncul hanya kali ini. Jika ia maju lima tahun lagi jadi orang nomer satu di Kota Jambi, belum ada jaminan Zola masih menjabat.

Lalu, apa yang dimaksud ejakulasi dini Politisi?. Yakni pilihan politisi untuk bermain aman tanpa melihat momentum.

Ia lebih mengikuti reka-reka tanpa menyadari betapa peta politik bisa berubah drastis dalam sekejap.

Masih ingat Kemas Fuad? Anak HBA yang disandingkan dengan Burhanudin Mahir di Pilbup Muaro Jambi lima tahun lalu. Lihat bagaimana nasibnya kini. Jangankan mau maju Pilbup, menggantikan Burhanudin Mahir, dapat perahu saja tidak.

Burhanudin Mahir lebih memilih Agustian Mahir untuk dimajukan di Pilbup Muaro Jambi. Bahkan Burhanudin Mahir berhasil membunuh karir politik HBA di Demokrat.

Jadi, bagaimana jika Fasha dan Laza disandingkan di Pilwako 2018?.


Advertisement

Komentar Facebook