HOT TOPICS:
#Nasional





Derita Pinjaman Online (Pinjol) Kepada Siapa Mengadu

Senin, 13 Maret 2023 | 10:04:52 WIB


Oleh: Kurniadi Aris/Advokat-Pengacara/ Dosen IAIN Kerinci/ Ketua Majlis Hukum HAM PD Muhammadiyah Kota Sungai Penuh
Oleh: Kurniadi Aris/Advokat-Pengacara/ Dosen IAIN Kerinci/ Ketua Majlis Hukum HAM PD Muhammadiyah Kota Sungai Penuh


Dewasa ini pinjaman online (Pinjol) semakin semarak hadir ditengah banyaknya persoalan ekonomi masyarakat, laksana malaikat penolong (Guardian) pinjol hadir memberikan solusi pinjaman dana tunai dengan proses yang cepat, tidak banyak syarat, bahkan tanpa agunan (jaminan). Hati siapa yang tidak terpikat dengan keelokan pinjol ini seakan-akan pebisnis pinjol tahu betul kegundahan apa yang ada dalam benak masyarkat di tengah kepungan persoalan ekonomi yang menjadi maslah laten dalam masayarakat. 

Apabila di bandingkan dengan pinjaman ke Bank Konvensional, butuh agunan, proses lama, perlu survey, dan adminstrasi yang berliku-liku, ibarat orang yang haus  butuh air untuk segera menghilangkan dahaga, pinjaman di bank konvesional yang lama dan rumit tidak menjawab dahaga masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat ibarat Polisi di Film India, bank konvensional selalu datang ketika masalah telah selesai.  

Gayung bersambut persolaan kelemahan bank konvensional ini dengan cerdik ditangkap oleh pebisnis pinjol dan mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Pebisnis pinjol sukses menggelontorkan pinjaman kepada masyarakat. Namun apa lacur pinjaman online ternyata bukan solusi, manis di awal namun benjol diakhir. banyak masalah ditemukan kemudian hari bahkan ada nasabah pinjol seorang Wanita 38 tahun di wonogiri  yang sampai bunuh diri karena hutangnya yang mendadak menggunung dan tidak masuk akal lagi jumlahnya entah apa yang menjadi sebabnya dan ini bukanlah korban yang pertama masih banyak yang lain bunuh diri akibat pinjol. Ada juga yang pinjman tidak di terima namun cicilan sudah ada,banyak lagi varian peristiwanya yang tidak mungkin ditulis satu-persatu.

Dengan banyaknya peristwa tragis karena pinjaman online ini bahkan sampai bunuh diri, pinjaman online menjadi malapetaka nasional bagi kaum lemah. Menaggapi situasi darudarat kaum lemah ini (Force Major). Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD buka suara mengenai fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal di masyarakat. Ia mengimbau bagi para peminjam pinjol ilegal agar tidak membayar tagihannya. Mahfud MD menjelaskan secara hukum perdata, pinjol ilegal adalah tidak sah karena tidak memenuhi syarat objektif dan syarat subjektif seperti diatur dalam hukum perdata. Satu tarikan nafas dengan itu berdasarkan putusan dalam Ijtima Ulama Tahun 2021, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa hukum pinjaman online atau pinjol adalah haram. Lantas bagaimana pula menurut kacamata hukum tentang pinjol yang membuat benjol dikepala masyarakat ini.

Pinjam memimjam dibenarkan menurut hukum di atur dalam Kitab Undang-Undag Hukum Perdata mengenai pinjam-meminjam, tentunya kata kunci utamanya adalah perjanjian. Baik dilakukan secara online atau tidak, pada dasarnya pinjam-meminjam ini dilakukan berdasarkan perjanjian. Perjanjian di atur dalam pasal 1320 KUHPerdata. Ada empat unsur sahnya sebuah perjanjian, 1. kesepakatan mereka yang mengikatkan diri; 2. kecakapan mereka yang membuat kontrak; 3. suatu hal tertentu; 4. suatu sebab yang halal.

Apakah pinjaman online telah terpenuhi ke empat syarat ini dan bisa dikatakan sah, terdapat diskursus dalam persoalan ini pihak kreditur pinjol pasti dengan percaya diri mengatakan pinjaman mereka sah menurut hukum (legal). Tunggu dulu pertama apakah sebuah usaha pinjol telah mepunyai badan hukum dan disahkan oleh negara, mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selanjutnya suku bunga yang ditetapkan apakah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Apabila hal ini tidak terpenuhi maka Pinjol ini adalah pinjol ilegal. Selaras dengan itu OJK menyampikan ciri pinjol illegal yang lain,  menggunakan SMS/Whatsapp dalam memberikan penawaran pinjaman, Ancaman teror, intimidasi, pelecehan bagi peminjam yang tidak bisa membayar, Meminta akses seluruh data pribadi yang ada di dalam gawai peminjam, Tidak mempunyai layanan pengaduan.

Dengan segala serba serbi dan dinamika pinjaman on lineselanjutnya  diharpakan masyarakat teliti dan itidak gegabah mendapat tawaran dari pebisnis pinjol ilegal baik melalui SMS atau Whats Up dan lebih baik lagi tidak meminjam. Terhadap pinjaman yang telah terlanjur kepada pinjol khususnya yang illegal sebagaimana himbauan Menteri Polhukam untuk masyarakat tidak membayarnya. Selanjutnya Key Word (kata kunci)  apabila satu pinjaman tidak terbayar oleh debitur (orang yang meminjam)tidak usah tajut dengan ancaman debt Collector (tukang Tagih) dari pinjol, karena pinjaman yang diawali oleh perjanjian  tidak bisa di proses secara Hukum Pidana dengan diancam akan dipenjarakan karena pinjam meminjam adalah peristiwa perbuatan Hukum Perdata yang apabila terjadi kelalaian atau ingkar janji dari debitur maka diselaikan secara perdata, peneyelesaian ini berlaku terhadap pinjaman dimana saja baik Pinjol dan atau pinjaman Bank Konvensional, atau pinjaman orang perorangan lainnya baik yang berbadan hukum (Recht Person) ataupun yang tidak berbadan Hukum (Naturlijke Person).



Advertisement

Komentar Facebook